“KRONOLOGI ENO FARIAH” (2016 MENGGILA)

image
Keadaan mangsa semasa ditemui mati

image
Pembunuhan sadis yang dialami Eno Fariah (18) menimbulkan keprihatinan publik. Warga sekitar lokasi TKP melakukan aksi simpatik dengan membawa spanduk bertulisan “Warga Jatimulya menolak kekerasan seks” dan hukum mati para pelaku. https://tangerangonline.id/2016/05/18/warga-jatimulya-serukan-pelaku-pembunuhan-eno-dihukum-mati/

Eno Fariah (19), gadis cantik yang tinggal di desa Pamandikan, Lebakwangi, Serang ditemukan tewas di kamar mess PT Polytra Global Mandiri, tempat dimana ia telah bekerja selama 6 bulan terakhir.

Kematian Eno tidaklah wajar, tubuhnya polos tanpa busana, wajahnya dan tubuhnya penuh luka dan lebam, dan kemaluannya tertancap gagang cangkul dengan kedalaman 60 hingga 80 centimeter.

Lantas bagaimanakah rentetan kejahatan para pelaku hingga Eno merengang nyawa?

Kejadian bermula dari RAL yang datang ke mess Eno pada malam kejadian, Kamis (1205/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. Keduanya diketahui sempat bercumbu hingga akhirnya RAL meminta Eno untuk melakukan hubungan intim, tetapi korban menolak

RAL yang kesal dan kecewa akhirnya meninggalkan kamar Eno. Diluar ia bertemu dengan dua tersangka lainnya, Arif dan Imam yang menanyakan perihal hubungannya dengan Eno. RAL yang takut lantas mengatakan dia pacar Indah (nama lain Eno).

Guna memastikan bahwa RAL tidak berbohong, Arif dan Imam mengajaknya masuk. Disanalah niat jahat para tersangka semakin terdorong saat melihat korban tengah tidur terlentang dengan hanya mengenakan tank top.

Rahmat Arifin alias Arif, yang juga merupakan rekan kerja korban dan ditengarai sebagai otak kejahatan meminta Imam untuk memegangi dan membekap Eno dan menyuruh RAL mencari pisau di dapur sementara ia dengan tega merenggut kegadisan Eno.

Tak menemukan pisau yang diminta Arif, RAL membawa cangkul yang berada di dekatnya dan kembali ke kamar Eno. RAL kemudian memukulkan cangkul tersebut ke arah kepala Eno sesuai dengan arahan Arif.

RAL mengaku sempat keluar kamar lantaran geli melihat kondisi Eno, tetapi kembali masuk untuk memastikan apakah korban masih hidup atau sudah tak bernyawa. Saat itu kepala korban telah digulung dengan kain dan terlihat masih bernafas.

RAL yang masih sakit hati karena permintaannya ditolak langsung mengigit payudara korban sebelah kiri hingga menimbulkan bekas luka. Ketiganya kemudian memukuli korban hingga tak berdaya.

Tak puas melihat kondisi tersebut, Arif meminta RAL memegangi kaki korban hingga terbuka. Lalu, Arif menendang gagang cangkul hingga masuk ke dalam kemaluan Eno. Eno akhirnya berhenti bernafas.

Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, menyebut pemerkosaan dan pembunuhan Eno sangatlah biadab. Berdasarkan hasil visum ditemukan banyak sekali luka di bagian luar tubuh hingga luka robekan, patah tulang hingga pendarahan hebat di dalam tubuh korban.

Atas kejahatannya, masing-masing pelaku akan dijerat dengan pasal yang berbeda sesuai dengan peranannya masing-masing.

SOURCE → Kb-Ozi Malaysia

image
Apa wajar hukuman bagi iblis ini?

Saya selaku admin blogger Sarawakian indiependent Crew turut berduka cita atas meninggalnya Eno Fariah semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah Swt, dan keluarga yg di tinggalkan di beri kesabaran dan ketabahan aamiin…

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s